Perkembangan PMK di Lombok Barat, Masih Bertahan Nol Kasus Baru PMK

Lombok barat, NTB – Perkembangan PMK di Lombok Barat terus menunjukan situasi kondusif, yang mana beberapa waktu terakhir ini masih mampu bertahan nol kasus baru PMK, Sabtu (13/8/2022).

Kabag Ops Polres Lombok Barat Kompol Dhafid Shiddiq, S.H.,S.I.K.,M.M menjelaskan bahwa, data ini berdasarkan Analisa dan evaluasi harian. Dalam Operasi Aman Nusa II Rinjani Tahun 2022 Penanganan penyakit mulut dan kuku (PMK) di wilayah Kabupaten Lombok Barat.

“Dari hasil presentase Evaluasi harian perkembangan wabah PMK di Kabupaten Lombok Barat, bahwa tidak ada hewan ternak yang mengalami sakit,” ujarnya.

Sehingga pihaknya akan tetap mempertahankan situasi ini dengan cara melaksanakan kegiatan berupa pemberian vaksin. Serta penyemprotan desinfektan pada kandang-kandang kumpul milik warga secara menyeluruh.

“Untuk menghambat penyebaran virus, sedangkan untuk mencegah penyebaran virus, melakukan kegiatan penyekatan pada pintu-pintu masuk dan keluar hewan di Pelabuhan. Baik itu di Pelabuhan Lembar maupun Gilimas, serta melibatkan Polsek jajaran guna melakukan kegiatan imbangan,” pungkasnya.

Saat ini sebagaian besar kecamatan yang ada di Lombok Barat berhasil measuk menjadi zona hijau PMK. Sehingga menunjukan bahwa wabah ini jika menanganinya dengan cepat dan tepat, maka perkembanganya akan dapat segera teratasi.

Berikut perkembangan wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) di kabupaten Lombok Barat, hingga  Jumat (12/8/2022)

Total hewan ternak terjangkit 16.589 ekor, Hewan ternak yang masih sakit nihil, Hewan ternak yang sembuh 16.567 ekor, Mati 15 ekor dan Potong paksa 7 ekor.

“Itu Jumlah keseluruhan ya, dari awal kasus PMK hingga saat ini. Sehingga saat ini kami tengah memfokuskan dalam mengenjot capaian vaksinasi,” imbuhnya.

Untuk Vaksinisasi data manual ternak yang sudah tervaksinasi sampai saat ini sebesar 14.290, sedangkan di Data Online (Siknas) vaksinasi PMK Kab. Lombok Barat sebanyak 13.571.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.